MANUSIA
DAN KEGELISAHAN
KATA
PENGANTAR
Rasa
syukur yang dalam kami sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat
kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam
makalah ini kami membahas tentang “Manusia dan Kegelisahan”, suatu permasalahan
yang sering di alami seseorang.
Terdapat banyak jenis gangguan
kepribadian yang dapat menyerang mental seseorang, salah satunya adalah
gangguan kepribadian paranoid, yang mana berbentuk kesalahan dalam mengartikan
perilaku orang lain sebagai suatu hal yang bertujuan menyerang atau merendahkan
dirinya. Gangguan biasa muncul pada masa dewasa awal yang mana merupakan
manifestasi dari rasa tidak percaya dan kecurigaan yang tidak tepat terhadap
orang lain sehingga menghasilkan kesalah pahaman atas tindakan orang lain
sebagai sesuatu yang akan merugikan dirinya. Makalah ini dibuat dalam rangka
memperdalam pemahaman dan menambah wawasan tentang masalah PARONOID dengan
suatu harapan dapat berguna bagi para pembaca.
Demikian makalah ini saya buat semoga
bermanfaat. Amin.
\
Jakarta,
09 April 2014
penyusun
A. Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa
kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan.
Kegelisahan
hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam
situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari
biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil
menundukkan kepala; memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan
tangannya; duduk termenung sambil memegang kepalanya; duduk dengan wajah munmg
atau sayu, malas bicara; dan lain-lain.
Kegelisahan
menipakan salah satu elcspirsi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan
sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun
ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah
frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami
frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
Gelisah
adalah perasaan yang pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Gelisah adalah
keadaan dimana seseorang merasa tidak tenang, selalu merasa khawatir. Rasa
gelisah timbul karena banyak sebab, misalnya kurang percaya diri, orang yang
sehabis berbohong, demam panggung, rasa bersalah terhadap suatu hal atau kepada
orang lain.
Gelisah
dibagi menjadi 2, yaitu :
1. “kegelisahan negatif” (al-qalq
as-salabîy) adalah kegelisahan yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas,
yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang
yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau
langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan,
yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak
ada. Tentu saja hal ini merupakan ancaman bagi eksistensi manusia sebagai
kesatuan yang integral.
2. “Kegelisahan positif” merupakan dasar
kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan
banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan
kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba
dan tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi
baru dan dapat membantu dalam beradaptasi. Singkatnya, ia merupakan faktor
penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat
membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan
kesehatan manusia.
B. Penyebab Gelisah
Biasanya
sesorang gelisah karen ada satu hal yang tidak ia sukai kemudian hal tersebut
menimpanya. Contohnya seperti kehilangan suatu barang, apalagi barang tersebut
adalah barang yang penting dan sanagt dibutuhkan. Kegelisan terjadi kepada
seseorang yang telah cukup akal dan
fikirannya dan biasanya terjadi pada usia remaja sampai dewasa. Di usia balita
dan kanak-kanak belumnya mempunyai rasa gelisah, karena akal dan fikirannya
belum lah berkembang.
Akan
tetapi ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang bisa gelisah. Menurut
Sigmund Freud ahlipsikoanalisa berpendapat, ada tiga macam kecemasan yang
menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan
kecemasan moril.
1) Kecemasan obyektif
Adalah
suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya
dalamdunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang
mengancam utnuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan
mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang
mewarisikecenderungan untuk menjadia takut kalau ia berada dekat dengan
benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu darilingkungan..
2) Kecemasan neorotis
Timbul
karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah Menurut Sigmund Freud
kecemasanini dibagi tiga macam yakni; kecemasan yang timbul karena penyesuaian
diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yangirasional (phobia) dan rasa takut
lain karena gugup, gagap dan sebagainya.
3) Kecemasan moril
Disebabkan karena
pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam=macam emosi atnra lain:isri,
dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu merupakan sebagian dari
pernyataan individu secarakeseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat.
Sikap seperti itu sering membuat orang merasa khawatir, cemas, takut gelisah
dan putus asa.
Factor-factor yang
mempengaruhi kegelisahan antara lain;
a. ketidak pastian suatu keadaan tertentu
b. ketidak pastian dari perbuatan orang lain
c. keterasingan
d. kesepian
e. dll
Pada
dasarnya kegelisahan merupakan perasaan manusia yang takut akan kehilangan
sesuatu yang berharga dalam hidupnya, kegelisahan seseorang bias dilihat dari
tingkah laku dan gerak-gerik seseorang yang lain dari biasanya.
C. Dampak Gelisah
Bila
kegelisahan terjadi berlebih maka akan berdampak terhadap Jasmani dan rohani.
Jasmani atau fisik dengan kata lain yaitu tubuh, jantung akan berdebar lebih
cepat sehingga menyebabakan pernapasan tidak teratur kemudian akan keluar
keringat yang berlebih dengan terasa dingin, itu menandangan tidak sehat.
Rohani atau jiwa, akan terganngu bila terjadi kegelisahan yang berlebih dan
dapat berpengaruh terhadap pikiran.
D. Cara Mengatasi Kegelisahan
Harus
lah bersikap tenang dan dingin, jangan terbawa emosi akibat kegelisahan atau
kecemasan yang sedang kita rasakan dengan kata lain jangan terlalu panik.
Apabila itu terjadi terhadap seseorang, maka harus ada seseorang lain yang
dapat dipercayainya untuk menenagkan orng yang sedang gelisah. Cara lain adalah
bila kita menyukai mendengarkan lagu, maka carilah lagu yang dapat menenangkan
diri dari kecemasan atau kegelisah yang terjadi.
Ada
suatu cara lain yang mungkin juga baik untruk digunakan dalam mengatasi
kecemasan tersebut dengan memerlukan sedikiyt pemikiran yaitu,pertama kita
menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang
bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu
terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.apabila kita dapat menganalisa akibat
yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat
mengatasinya,kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya,karena tidak
semua pengalama di dunia ini menyenangkan.Yang ke2,kita bersedia menerima
akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan
sirna dari jiwa kita.dan yang ke3,dengan bersamaan berjalannya waktu kita dapat
mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya
kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
Ada
suatu cara paling ampuh dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang
bagaimanapun termasuk kecemasan ini yaitu kita berdoa kepada tuhan dengan
sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas,sehingga ia mau mengabulkan
permhonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab tuhan adalah yang paling Maha
Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau
berdoa dan memohon kepadanya.
Dalam
kehidupan ini setiap manusia mempunyai harapan-harapan dan setiap manusia
mempunyai hak untuk itu,tidak seorang pun dapat menghalanginya.Untuk mencapai
harapan-harapan itu manusia berusaha,yang mungkin usahanya itu dengan
mengorbankan apa saja dengan kata lain manusia berusaha dengan sekuat
tenaga,setelah berusaha maka orang-orang itu dengan gelisah menunggu dan
menanti bagaimana hasil usaha mereka,sesuaikah dengan apa yang mereka korbankan,berhasilkah
atau mereka harus kecewa karena gagal.
Seringkali
dalam menungu hasil-hasil usaha mereka,mereka itu tidak sabar,hati mereka tidak
tentram,tidak damai dan lain sebagainya sampai-sampai mereka jarang menggunakan
akal sehatnya.Untuk itu disini kami akan mencoba memberi uraian mengapa kita
gelisah,mengapa kita merasa khawatir,mereka tidak tentram dan hati kita
berdebar dalam menuggu di samping itu pula akan di uraikan mengapa dan apa
penyebabnya kita merasa demikian serta bagaimana cara menanggulangi kegelisahan
dan kekhawatiran yang kita alami.Disini kami mencoba memberikan gambaran cara
penecahan rasa gelisah yang mungkin dialami,sebab seringkali orang yang
mengalami kegelisahan menanggulangi atau menyalurkan dengan hal-hal yang
bersifat negatif. Sudah tentu cara-cara ini tidak benar, hal ini terjadi karena
dalam pemecahan masalah ini mereka tidak menggunakan akal sehat, dengan kata
lain emosi dan ratio mereka tidak stabil lagi dan kadang-kadang malah emosi
mereka lebih menonjol sehingga tindakan- tindakan mereka tidak terkontrol. Di
samping itu juga kegelisahan dan kekhawatiran ini dialami oleh setiap orang
hidup dan mempunyai harapan.
Daftar
Pustaka
·
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-cinta-kasih


0 komentar:
Posting Komentar